header image
 

Sebuah Nama

Kutatap liangan air dari atas atap rumahku. Semakin dingin kurasakan dan semakin membekukan ucapku. Semua yang kurasakan terasa terkukung dalam bisu. Kupejamkan mataku dan pikirku mulai berlari-lari melewati waktu. Mengaduk-ngaduk perasaanku. Kebencian, amarah, kepedihan membaur dan menelan semua diriku yang bijak. Diriku yang selalu mampu berdiri meski diatas batangan duri kesedihan.

Kumenemukannya lagi, diriku yang selama ini kusembunyikan dalam ketegaran dan ketidakpedulian. Diriku yang tertutup zirah karena lemah dan tak berdaya. Rasanya ingin kutelan semua kebodohan yang ada di bumi. Ingin sekali kumenjelma menjadi setan kejam yang memusnahkan kebahagiaan di muka bumi. Ingin sekali kucekik orang-orang yang mencibirku, menghinaku seolah mereka kenal aku. Ingin kuhunuskan pedang di dada mereka yang serta-merta menertawakanku didalam hati mereka. Ingin rasanya ku berteriak mengalahkan badai, memporak – porandakan seluruh bumi. Dan tertawa sekencang mungkin karena puas melakukannya. Hentakan bunyi yang terdengar tak akan membuatku diam. Menulikan telinga dengan beragam suara. Jangan salahkan aku yang terlahir dibumi ini. Sebenarnya akulah iblis yang menjelma sebagai manusia. Jangan dekati aku, atau kamu akan terluka. Pikirku berteriak…

Namun saat kubuka mataku kulihat sebuah nama yang ternyata menyurutkan semua kegilaanku, membawaku menepi dari pengaruh hitam yang kutebarkan sendiri. Menggenggam hatiku dan mendinginkannya. Menyurutkan kemarahanku dan membawaku terbang kehamparan ladang hijau yang dipenuhi beraneka ragam bunga. Memang hatiku tak sepenuhnya dingin, tapi cahaya itu semakin besar…. Akankan mengalahkan keangkuhan dan gelapnya pikirku?

Aku mulai diam dan berfikir. Kemudian aku yakini. Aku yakin itu bisa. Karena nama itulah yang memberiku kehidupan. Memberiku ruang untuk bermimpi dan berjalan dalam waktu yang aku sendiri tak tahu kapan akan berakhir. Aku yakin segala kesedihan, kegundahan, dan amarah itu adalah refleksi sebuah rindu yang terlampau besar dariku padaNya. Karena aku telalu kerdil dalam dunia yang terlampau besar. Diriku yang terlalu memunafikkan segala yang yang nyata dan sempurna. Bahwa waktu yang telah kulewati itu sempurna, meski banyak hal yang aku sesali karena kelalaianku. Bahwa kisah hidupku itu teramat sempurna, karena telah diatur sedemikian rupa tanpa celah, meski aku sering mengeluh tentang banyak hal. Tentang diriku yang tidak cantik, tidak pintar atau tidak kaya, tentang diriku yang tak seperti yang lain. Padahal aku sepenuhnya tahu, bahwa aku tercipta sempurna. Dengan badan yang lengkap, keluarga yang lengkap dengan ayah,ibu, adik beserta keluarga besar yang menyayangiku , sahabat – sahabat baik disekitarku.

Memang aku terlalu angkuh untuk mengerti dan menerima. Padahal aku paham dan seharusnya menerima. Mungkin inilah kesempurnaan yang Dia coba jelaskan padaku. Bahwa ketidaksempurnaan yang aku pikirkan sebenarnya melengkapi diriku. Bahwa ketidaksempurnaan yang aku pahami sebenarnya adalah kesempurnaan sebuah penciptaan. Sehingga aku sadar bahwa aku terlalu kecil untuk mengaku sebagai penguasa, bahkan untuk menguasai diriku, menguasai nasibku dan menciptakan segala yang kuinginkan. Mungkin sebenarnya yang terjadi hanyalah sebuah scene kehidupan yang telah tertulis dan aku hanya pelaku dalam kisah yang Dia buat. Mungkin aku hanya bisa berusaha untuk merubah catatan itu, yang aku sendiri tak pernah tahu dimana letak kenyataannya sehingga dinamakan nasib atau takdir. Aku sebenarnya tak sepenuhnya tahu apakah aku ditakdirkan pintar, namun aku berusaha mencari tahu dan belajar untuk menjadi orang yang pintar. Meski aku sadari bahwa aku terlalu bodoh untuk orang lain. Terlalu banyak orang pintar, sehingga terlalu munafik mengatakan diri sendiri pintar. Padahal aku seharusnya tahu bahwa Dia telah menciptakanku pada batas kepintaran yang cukup dan sempurna. Meskipun kepintaran itu dapat berubah setiap waktu, tergantung pada episode mana aku bisa meraihnya. Dan tentu saja Dia berhak mengambilnya, bila Dia mau. It’s perfect….

Terlalu banyak nikmat yang tak terhitung, untuk bisa coba tak aku pedulikan. Rasa bahwa semua kurang dan kurang menyembul bagai bisul diantara ruang hatiku. Menyakiti kearifan yang Dia ciptakan pada sebagian diriku yang lain. Sehingga banyak rasa syukur yang terkikis dan terlupakan.

Kerinduan itu tercipta mungkin karena kelemahanku sendiri. Tak mampu memenuhi catatan biru sang malaikat. Yang ada, banyak catatan merah yang menandakan kelalaianku, kebodohanku dalam memaknai waktu.

Memang kesadaran itu berangsul pulih dan membuatku berhenti dalam memilih jalan yang salah. Aku berhenti dan menepi. Mengais-ngais cinta. Ku mulai bersujud dan memohon dalam tangis. Tangis yang tak sadar mengalir deras melewati butir mataku.

Yaa Allah, tak apa bila seluruh bumi membenciku
Asalkan Engkau tak membenciku
Memang aku tak akan pernah sanggup
ketika seluruh hambaMu memusuhiku
Namun diri ini lebih tak sanggup
bila Dirimu meninggalkanku
Kembalikan hamba padaMu ya Rabbii…
Dalam keindahan cinta sejatiMu
Dalam sejuknya jalan lurusMu
Kembalikan hamba ya Rabb
Bantu Hamba untuk kembali
Tegarkan hamba
Ikhlaskan hamba
Dalam setiap episode hidup ini
Bantulah hamba memilih dan lindungi hamba ketika menetapkan hati
Hanya Engkau yang tahu
Kebenaran dalam kehidupanku

Ampunilah hamba yang berdosa
Telah banyak waktu yang kulalaikan hanya untuk kepuasan semu
Ampunilah hamba Yaa Allah…
Ampunilah hamba Yaa Rabbii

Aku tak henti menangis dan tersedak-sedak oleh liurku sendiri. Namun sungguh kutemukan kedamaian disana. Aku hanya tinggal berbenah untuk pulang. Pulang melewati jalan benar yang Dia ciptakan. Semoga aku benar-benar mampu untuk menjadi hambaNya yang baik. Amiin. Aku tahu, mungkin pada episode lain aku akan terpuruk kembali. Aku hanya berharap ketika itu muncul, Allah akan menghentikanku dan membawaku kembali. Kembali padaNya dan jalan lurusNya ….. Amiiin Yaa Rabbal ‘alamin…..

Diselesaikan
Nganjuk,2 Februari 2009

KERAS KEPALA

Apa itu?
Kepalanya yang keras kah?
Berapa keras?
He..he…

Aku tidak heran kalau puisi AKU….AKU DAN AKU akan menimbulkan pemahaman tentang begitu keras kepalanya orang tersebut. He..he..he..

Sebenarnya bukan sebuah penyangkalan. Toh pengakuan keras kepala itu bukan sekali dikatakan orang padaku. OK lah, toh aku punya alasan kenapa aku memilih seperti itu pada suatu waktu.

Aku tidak tahu apakah pembelaan ini akan bermanfaat….
Tapi mungkin sekedar tidak ingin membuat orang salah paham.

Semua puisi yang dibuat, terutama yang aku post memiliki latar belakang kisah. Kadang tidak semua kekesalan dapat dengan begitu terlontar atau tersampaikan. Entah karena masih berusaha memikirkan perasaan orang lain yang berkaitan dengan puisi tersebut atau memang tak bisa mengatakan.

Kadang kala ketika dirimu lemah namun dengan suatu alasan tidak ingin orang lain mengetahui kelemahan itu atau malah tidak ingin larut dalam keadaan itu maka yang terjadi adalah suatu sikap pertahanan atau mungkin perlawanan. Benar tidak?

Aku pikir itu sudah menjadi sifat manusia agar bisa survive. Mungkin kadang  orang lupa untuk memahami bahwa ada asap pasti ada api. Sehingga lupa untuk tidak men-judge orang lain.

Protes??
Entahlah, klo benar mungkin ini adalah yang kesekian kali. Ha..ha..ha…

Apa bedanya keras kepala dengan idealis???
Mungkin perbedaannya tipis tapi apa kamu tahu bahwa  kedua hal itu berbeda??
Menurut kalian apa bedanya??

Lalu…

Menurut kalian apa ada hubungannya antara keras kepala dengan egois? Haa.ha..ha..

Jadi penasaran dengan penfapat orang….

Aku… Aku dan Aku

Aku adalah aku
Aku akan jadi diriku selama yang kumau
Aku tak pernah bisa menunggu waktu meski sering kusiakan waktu dengan semu
Aku akan melindungi diriku meski para pelindung meninggalkanku.

Aku adalah aku
Aku yang beku di temaram salju

Aku adalah aku
Tak perlu repot mengerti tentangku
Karena diriku cukup untukku

Aku berdiri dengan kakiku
Aku tertawa semauku
Jangan mencegahku
Jangan mengaturku
Karena diriku cukup untukku

Meski diujung waktu
Aku tetap jadi diriku
Karena aku…
adalah aku

Surabaya, 12 Agustus 2008

Malas ikut FPC

Surabaya

,
10 agustus 2008 (00.15)

 

Akhirnya semuanya selesai, meski belum seutuhnya selesai.
Aku masih berhutang cd TA ke perpus (blm ngumpulin), masih harus buat poster
dan video untuk FPC (Final Project Competition)
yang sebenarnya malas untuk kuikuti. Kalau bukan karena ancaman ga dapat
tandatangan kajur, mungkin aku benar2 tidak ikut. Alasannya sederhanya, TA ku
tak pantas untuk di lombakan.

 

OK…

Aku akan kasih alasannya…

 

Beberapa bulan lalu, em kira2 bulan2 akhir thn 2007 masuk
semester 8 dan itu berarti waktunya untuk membuat TUGAS AKHIR (TA). Orang awam
mungkin mengetahuinya dengan nama skripsi. Karena pengalaman, aku harus
menjelaskan ke teman2 atau saudaraku, khususnya orang tuaku ya secara ibuku
bukan orang teknik dan bapakku hanya tamat STM tentang apa itu TA. Sebenarnya
untuk menyiapkan judul itu sudah disarankan dosen untuk disiapkan jauh2 hari,
kira2 tahun ketiga (lupa tepatnya).

 

Pertama, aku mau ambil TA tentang voip. Mulai saat
presentasi bhs inggris maupun saat kul. Bhs

Indonesia

aku bahas tentang voip,
ya sekalian belajar dan pemantapan diri. Dan karena itu aku sering dipanggil
voip sama temen2 kelas. Apalagi kalau kul nya sedikit menyinggung tentang voip,
wuih semua mata akan tertuju padaku dan berkata voip, menyebalkan. Judul itu aku dapat dari salah satu dosen yg aku sukai
mata kul nya. Tapi aku pikir voip menyeramkan, aku ragu2 karena kemampuan programming-ku minim. Apalagi linux, plus jaringan. Ya karena voip harus
bersinggungan dengan tiga hal itu maka aku mundur.

 

Kedua, aku mau
buat TA dengan tema food court, bareng
3 temenku. Dan lagi2 aku mundur dengan alasan yg mirip, jaringanku payah
pool,lulus itupun syukur dan karena aku memang memilih TA sendiri tanpa
kelompok. Karena aku pikir, kalau berlapis (kelompokan) bisa terjadi hal2 yg
tidak diinginkan. Misal TA ga jadi lantaran temen sekelompok belum jadi. Karena
data dari satu kelompok biasanya berhubungan dan itu bisa jadi perang.

 

Sampai dua hari
terakhir pengumpulan judul, aku belum punya judul fix. Aku dulu berpikir, akan
TA yang berhubungan dengan digital tapi ketika pengrekrutan anggota lab digital
(grup CTI,Computer Telephony Integrated)
aku tidak tertarik, ga tau kenapa. Akhirnya
aku meminta judul pada dosenku yang tak lain juga kajurku, dan beliau
memberikanku judul TA: SOFTWARE SISTEM PENGIRIMAN DAN PENERIMAAN INFORMASI
DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK PENGKODEAN BLOCK CODE DAN CYCLIC CODE. Telkom banget
aku pikir, karena berkaitan dengan sistem informasi secara umum dan teknik
pengkodean. OK, aku ambil. Toh tak ada lagi yang lain… he..he.. alasan
konyol. Tapi karena aku pikir nilai kul tentang dua hal itu aku selalu bagus,
ya apa salahnya.

 

Singkatnya TA
yang akan aku buat itu dapat diceritakan seperti ini. Pokoknya gimana caranya
mengirimkan informasi (transmitted)
dan menerima informasi (received)
dengan benar dan selamat dengan menampilkan proses dan bentuk sinyalnya. Dan
difokuskan pada teknik pengkodean yang dibuat (block code dan cyclic code). Karena
dikanal itu banyak noise jadi informasi itu dikodekan dan diberikan bit tambahan
biar di penerima (receiver) dapat dikoreksi dan dibetulkan kode informasinya
jika terjadi kesalahan. Sebenarnya selain alasan safety juga efisiensi. Tapi TA-ku
lebih fokus ke safety-nya aja. Getho…

 

Kalau
dibandingkan dengan TA nya temen2ku , TA-ku jauh. TA punya teman2ku lebih
aplikatif, lebih keren dan sulit. Dan itulah aku pikir, ya kalau bersaing
dengan temen2, aku ga ada apa2nya. Karena itu aku malas ikut FPC, sudah pasti
kalah.

 

Kalau masalah
software, TA-ku hanya pakai GUIMatlab, teman2ku lebih keren, ada yang pakai
java, html, vb,vb.net dan lain2. Kalau bersaing dengan teman2 yang TA-nya
hardware, ya TA ku ini murah. Wis ga bisa dibandingin pokoknya.

 

Kalau aplikasi,
em TA ku aplikasinya terbatas. Hanya untuk orang2 telkom yang sudah ngerti tentang
teknik pengkodean, jadi ga salah kalau waktu diuji dosen jaringan beliau
tanyanya tentang teori teknik pengkodean saja. Kalau teman2ku, aplikasinya
lebih luas. Ada yang diaplikasikan di Hotel (grup CTI), ada yg bisa dipakai di
provider (optimasi BTS), ada yang bisa dipakai di apartemen atau mal (grup
parkir), ada yang buat antena jadi bisa wireless-an. Kan? TA-ku ga ada apa2nya.
Malah ada yang mau diikutkan IES (Industrial
Electronics Seminar
), keren kan? Apa itu IES? Mending buka webnya aja ies.eepis-its.edu

 

TA kayak punyaku
itu ga bakal menang lawan mereka.
Ya karena kemampuanku minim, ya gimana lagi. Ngambil TA-nya ya gitu aja. Itupun hasilnya sebenarnya
tidak sesuai keinginanku atau dosenku. Intinya TA ku itu hasil belas kasihan
dosen pembimbing, karena aku selalu bilang tidak bisa ini itu jadinya terlalu
banyak toleransi dari beliau.

 

Ya itu alasannya
kenapa aku malas ikut FPC….payah ya aku ini. Tapi alhamdulillah semua
berjalan lancar… ga dink cuma 90% lancar tapi alhamdulillah. Terimakasih
Allah

COWOKQ……… NANTI

He……..he……..

Kriteria cowok idaman (secara fisik) nya devi…….

Ya kira2 kayak ini

Sexi

My_dik_1

Digta

Semoga………. ^-^

TA bikin tambah GILA

Apa yang merubah seseorang ketika mereka mengalami, tekanan, stres, putus asa, putus cinta (ups ups, ga banget)???…… mungkin salah satunya jagi GILA.

Tapi kegilaan ini jadi obat paling canggih mengatasi semuanya.

Bareng teman2 berbagi keceriaan (omonganku rek)
Bareng2 menikmati kebersamaan yang tinggal beberapa bulan
Sementara menjadDsc02345i orang paling bahagia di dunia….he..he… 

Dsc02253

Rasa Takut

Sebenarnya apa yang aku takuti selama ini jika berkaitan
dengan kata suka atau cinta?

 

Beberapa hari ini aku tak berhenti berpikir.

Dulu aku sangat takut jatuh cinta, takut berhubungan “hati”
dengan orang lain. Alasannya? Entahlah…………. Mungkin takut sakit, kecewa, takut
bahagia, tercandu oleh rasa itu atau karena sadar bagaimana ketika aku
menyayangi seseorang. Mungkin, aku kini lupa alasannya……….. Atau mungkin merasa
aku tak pantas untuk disukai, ketika berkaca aku melihat bahwa aku tak cantik,
aku bukan orang yang baik dan aku pun tak terlalu pandai. Jadi rasanya gila saja
jika orang sampai menyukaiku… Itulah yang aku katakan pada seseorang dulu saat
kusadari dia mulai memperhatikan aku. Bodoh mungkin……. atau tepatnya tak
bersyukur……..

 

Itu
dulu……….

Kini aku sadari
kenapa aku takut disukai orang karena aku takut menyakitinya. Karena orang itu
biasanya orang yang tidak aku sukai (seringnya seperti itu). Aku takut dia
sakit hati seperti ketika aku menyukai orang lain dan sama tak disukai juga. Dulu
pernah aku bertanya pada dua sahabatku yang berbeda gender. Lebih enak atau lebih suka dicintai atau mencintai?
Sahabatku cowok bilang, ”Lebih enak dicintai” dengan alasan yang tak pernah
lagi aku ingat. Namun sebaliknya sahabatku cewek bilang ,”Lebih suka kalau
mencintai” dengan alasan ketika mencintai maka ketika sakit hati karena tak
terbalas maka hanya diri kita yang sakit tapi ketika dicintai dan tak membalas
maka diri kita akan ikut sakit. Lebih baik hanya satu orang saja yang sakit.

 

Mungkin itulah
kenapa aku jadi takut untuk dicintai seseorang…….. Sama alasannya dengan
sahabat cewekku. Dan itu aku tanyakan waktu aku SMA, ternyata sekarang ini aku
memiliki sahabat lain yang punya pikiran yang sama. Ketika disukai tidak merasa
bahagia malah merasa tebebani.

 

Mungkin karena
terlalu banyak berpikir dan terlalu idealis mungkin, kami tak pernah bisa
benar-benar bahagia ketika cinta itu datang.

 

Dulu aku
berlindung dalam pilar persahabatan, meyakini bahwa dengan bersahabat dengan
laki-laki maka aku tak akan jatuh cinta atau dicintai sahabatku. Karena aku
berpikir, mana ada orang yang mau menyukaiku jika sudah tahu sifatku yang
seperti mereka lihat. Tapi ternyata aku salah……..

 

Aku selalu
menghindari rasa sukaku pada sahabatku. Berharap tak ada yang bisa merubah
suatu hubungan baik itu atau malah menghancurkannya. Bila perasaan persahabatan
bergeser menjadi perasaan suka maka hubungan itu akan berbeda. Itu yang aku
tahu. Hubungan akan jadi canggung. Semua menjadi serba salah, diam menjadi
salah karena takut dipikir tak menghiraukan. Bicara kadang salah karena takut
salah bicara dan menyakiti. Berusaha berpura-pura tak tejadi apa-apa juga jadi
tak berguna. Kecuali terdapat kesadaran untuk mempertahankan persahabatan,
itupun kecil kenyataannya. Ketika hubungan menjadi berbeda maka sulit sekali
memperbaikinya. Sulit sekali…….

 

Aku takut itu
terjadi, lagi dan lagi……….

 

Tapi aku
lupa………

Kita tak pernah
tahu kapan kita jatuh cinta………

Tak pernah tahu
pada siapa cinta itu akan jatuh

Pada sahabat,
orang yang baru dikenal atau pada orang yang mungkin dipikir ……… tak
mungkin

Kenapa aku begitu
ketakutan………??? Ya Allah………

Bukankah
mencintai dan dicintai itu bukan dosa?

 

Lalu bagaimana
jika hal yang sama terjadi?

Berarti aku tak
pernah belajar dari kesalahan yang aku lakukan……… Ya Allah ternyata
itulah kenyataannya.

Aku baru tahu
kenapa kakak bilang,”Kan aku sudah bilang, belajar dari kesalahan tapi jangan
takut salah”. Ya Tuhan, lalu apa yang selama ini aku lakukan???

Aku jadi
berpikir, kenapa aku selalu berada pada kondisi yang sama ketika menyayangi
atau ketika disayangi seseorang?? Mungkin jawabannya karena aku tak pernah
belajar dengan benar tentang itu. Dan akhirnya, ketakutan yang ada. Rasa salah
dan bersalah selalu mengekorku. Bertahun-tahun ini.

 

 

Dan aku baru
sadar……….

 

Cinta itu tak
pernah salah…….

Cinta itu anugrah

Jadi kenapa
harus memusuhi cinta?

Kenapa
harus mengindarinya?

Bukankah hidup
ini indah karena ada cinta?

Dan manusia
tersenyum karena adanya cinta

Dan tentunya
dunia ini ada karena adanya cinta yang begitu besarnya……. Cinta Tuhan kita

 

Mungkin aku
menghindarinya karena takut sakit dan menyakiti……..

Tapi bukankah
cinta tak pernah menyakiti?

Lalu kenapa,
banyak orang yang sakit hati karena patah hati?

Mungkin aku tak
memiliki benar jawabannya

Tapi mungkin yang
aku temukan bahwa hidup itu sebuah cobaan. Dan Tuhan mengirim cinta itu untuk
mencoba berapa besar kesabaran hambaNya itu. Berapa besar cintanya pada
Tuhannya hingga dia bisa bertahan. Tertawa dan bahagia saja cobaan, maka
kesedihan yang menyertai itu juga cobaan. Kita merasakan sedih karena kita
mengenali rasa senang. Mungkin itu yang bisa aku temukan. Benar tidaknya, hanya
Tuhan yang memiliki jawaban pastinya. Mungkin itu tak akan mudah untuk dilakukan, paling tidak pikiran itu aku miliki sekarang. Semoga saja  bila hatiku gelisah lagi , semoga TUHAN  mengingatkanku dengan ini… lagi.

 

Seharusnya aku
bahagia ketika ada orang yang menyukaiku dan menyayangi aku. Bahagia karena
Tuhan mengirimkan cintaNya untukku melaluinya dan tidak dibenci orang lain.
Seharusnya aku bahagia ketika aku menyayangi orang lain, bahagia karena Tuhan
memberi kesempatan padaku untuk memberi cinta dan tidak membenci. Bila patah
hati dan sakit, bukankah Tuhan akan mengirimkan obatnya dan Dia tak akan
meninggalkan aku sedetikpun. Ya Allah……… kenapa aku selama ini tak
menyadarinya. Kenapa aku tak bersyukur karena itu? Astagfirullah…..

 

Permasalahannya
mungkin bagaimana kini aku harus belajar untuk mengatasi kondisi yang mungkin
pernah (atau bahkan sering) terjadi padaku. BELAJAR……..BELAJAR…..
Seharusnya aku sadar bahwa belajar bukan hanya bagaimana menghitung tapi juga
menganalisa, mengenali, berani mengambil sikap, berani bertanggungjawab dan
berusaha tegar. KEBERANIAN………. itulah yang mungkin aku butuhkan. Semoga
Allah mengirimkan keberanian itu. Dan semoga aku siap untuk menghadapi hidup
ini…….. lebih dewasa……….. Amin. Meski aku tak tahu apa yang akan aku
hadapi nanti dan bagaimana aku mengatasinya, setidaknya kini aku sadari bahwa
aku tak akan pernah sendiri.
Ada Allah TUHANku yang mencintaiku……..
Amin. Semua akan baik2 saja ^-^

Kakak terima kasih banyak ya untuk semua nasehatnya

(20 Juni 08)

 

Tenanglah dan Berhati-hatilah

Kalimat pembuka kali ini adalah Percayakah kamu bahwa laki-laki dan perempuan itu bisa berteman ?

 

Mungkin itu akar permasalahan yang aku alami dan membuatku
tidak tenang belakangan ini. Harus mengakui sesuatu yang tak ingin kuakui,
mengetahui sesuatu yang selama ini tak ingin kulihat dengan menutup mata dan
menutup telinga.

 

Aku dulu berkeyakinan, bahkan terlalu yakin dengan menutup
semua celah kemungkinan yang ada dan melupakan bahwa hukum kemungkinan itu ada
di dunia ini. Bahwa Aku benar-benar bisa bersahabat dengan laki-laki. Keyakinan
yang menutup kemungkinan bahwa ada rasa yang mengikuti hubungan yang aku
agungkan itu……… PERSAHABATAN….

 

Mungkin puisi yang aku buat dan aku post (sebelum ini)
adalah refleksi perasaan itu. Ketika
hari itu aku benar-benar marah, kecewa dan sedih karena sahabatku. Sahabatku
yang sangat aku sayangi dan teman laki-laki yang kurasa paling dekat denganku.
Meski setelah di telepon dan kita sempat bertengkar tapi akhirnya selesai juga.

 

Mungkin aku
sering menangis karena kecewa dengan keadaan ”asmara”ku, menangis karena patah
hati dan ulah laki-laki yang tak setia tapi baru kali itu hatiku benar2 sakit
karena dia.

 

Kupikir hanya
cinta yang memiliki keegoisan tetapi ternyata persahabatan juga. Keegoisan yang ingin memiliki sendiri.
Dan aku baru sadar semalam setelah diingatkan sahabatku yang lain bahwa ketika aku menyayangi seseorang maka aku
akan sangat posesif dengannya
, siapapun dia. Keluarga, sahabat, dan
siapapun yang aku sayangi.

 

Mungkin aku baru
menyadarinya karena sobatku itu. Kenapa aku harus marah besar ketika dia tidak
memberitahukan dirinya dimana saat itu, kenapa aku tak bisa benar-benar rela
(sampai hari ini mungkin) ketika dia mau menikah. Aku jadi bertanya apakah aku
jadi menyukainya? Kenapa begini dan begitu? Terus berpikir sampai memberi jarak
pada semua orang dan akhirnya menyakiti diriku sendiri. Dan hal ini diperparah
dengan pengakuan sahabatku yang lain kalau dia menyukaiku dan meminta maaf
untuk itu. Dengan alasan karena aku sangat baik padanya……….Ya TUHAN ada
apa dengan diriku??? Ya ALLAH……. Kenapa sekarang?? Saat aku membutuhkan diriku sendiri ……… UTUH….tenang,
bahagia dan tak bermasalah…..

 

Mungkin dulu aku
mengambil jarak satu langkah dari laki-laki karena dia tak setia, mungkin
sekarang aku lebih mengambil jarak karena mengetahui bahwa dengan berhubungan
dengan laki-laki aku akan selalu sakit.

 

Dulu semua rasa
itu bisa sembuh sementara karena kesadaranku memiliki sahabat-sahabat yang
setia, terutama dia. Tapi setelah hari itu, keyakinanku pada persahabatan itu
tiba-tiba runtuh……… Hilang……… dan Hancur………..

 

Mungkin orang
akan mengatakan …………….. GITU AJA LHO KOK REPOT atau bilang ……….
GITU AJA DIPIKIRIN……………. Mungkin benar aku terlalu banyak berpikir……..
terlalu merasa ”pintar” menganalisa sesuatu dan mengambil kesimpulan dari
sesuatu, menyakininya dan menancapkannya keras di otak dan HIDUPKU………..
Aku lupa kalau aku telah berlebihan terhadap sesuatu yang ada di dunia
ini………. Aku lupa bahwa ALLAH
pernah mengingatkan untuk tidak berlebihan terhadap sesuatu
………

 

Semakin lama aku
semakin mengambil jarak pada temen-temanku, rasanya aku benar-benar seperti
ingin menghilang dari kehidupan mereka. Kecuali dengan orang yang kupanggil
KAKAK………..

 

Entahlah karena
sihir apa aku bisa benar-benar merasa aku punya seorang kakak (laki-laki) yang
baik. Mungkin pada kenyataannya karena dia memang orang yang baik pada
setiap orang.
Aku pernah marah pada sahabatku lain karena
menggodaku, jangan-jangan ada hal lain atau biasalah godaan yang kupikir tidak
perlu dan yang aku takutkan mempengaruhi hubungan baik yang aku miliki
sekarang………. setelah aku kehilangan kepercayaanku pada persahabatanku
tentunya. Pasti orang akan merasa takut ketika memiliki sesuatu yang baru
setelah kehilangan sesuatu yang dianggapnya berharga…….. khususnya
orang-orang sejenis aku
.

 

Karena dia selalu
baik pada setiap orang maka aku takut dia/orang lain bisa sakit karena hubungan
baik itu (seperti yang aku alami lah) dan bilang ”Kakak jangan terlalu baik
sama orang terutama cewek”, sebelumnya aku tak mengatakan dengan jelas
alasannya. Tapi semalam aku benar-benar takut kehilangan lagi………

 

Mungkin karena
dia selalu bisa menyadarkan pikiran keras dan anehku itu yang membuatku jadi
bergantung. Menghentikanku terhadap prasangka terhadap sesuatu yang tak
seharusnya keras kupikirkan. Melunakkan, kerasnya diriku dengan segala
pikiranku terhadap banyak hal………. Dan aku selalu mengeluh pada diriku
sendiri sekaligus kadang sebal karena menyadari bahwa perkataannya selalu
benar……… (sejauh ini). Seperti hal kecil…….. Masalah tanggal sidang
tugas akhirku yang sempat heboh di kampus karena tanggalnya tak tentu dan
dianggap terlalu cepat. Ketika aku mengeluh, dia bilang ”Kalau kamu mengeluhpun
hari itu akan datang, siap atau tidaknya kamu, kamu harus tetap siap. Jadi
pertanyaannya, kamu sudah siap apa belum??” (kira2 begitu). Meskipun alasan
yang aku lontarkan banyak lebar, kukira kata2 itu yang sempat menyadarkanku
bahwa aku harus siap hari ini taupun hari itu (sidang TA)……. dan aku tak
boleh santai2.

 

Dan mungkin aku
tak ingin mengubah sesuatu hal……… dan takut sesuatu hal itu
berubah……..Dan ketakutan-ketakutan itu  semakin membuatku terkurung  dan tak bisa percaya pada  kenyataan dan takdir yang akan  terjadi baik padaku.  Innalillahi…

 

Sadar ga sih
(mungkin ini hal yang aku sadari setelah semalaman berpikir dan
berdoa)……….. Kadang ketika kamu berpikir terhadap sesuatu dan takut
sesuatu itu terjadi, kenyataannya hal itu yang kamu inginkan dan yang
terjadi……….. Ketika kamu membenci (dengan terlalu), malah membuatmu
mencintai (mungkin dengan terlalu juga)……….. dan ketika kamu menghindari
sesuatu, kadang kamu malah menginginkannya terjadi padamu dan
mendekatinya………..Kecuali imanmu kuat, dan ini mungkin berlaku hanya untuk orang-orang seperti aku.
Ya mungkin karena lemahnya imanku menjadikan aku jadi berpikir aneh2 dan tak
lulus ujian dari Allah………

 

Hal yang kakak
bilang ke aku dan tanggapannya pada hal yang aku takutkan adalah dengan bilang
kalau………..yesterday is history and tomorrow is mystery

Jika memang itu yang terbaik, kenapa tak dijalani saja.
Mungkin itu yang ingin dia bilang ke aku. Dan aku jadi ingat kata2 ibuku “belum perang kok sudah takut”……….

 

Dan ketakutanku
yang berlebihan itu benar-benar menutup matahatiku dan membuatku lupa terhadap
sesuatu bahwa

Jangan mendahului takdir
ALLAH, kalau kamu takut terhadap sesuatu hal yang belum terjadi berarti kamu
tak percaya bahwa ada ALLAH disisimu maka TENANGLAH. Dekatkan diri pada-NYA
jika tak ingin kehilanganNYA dan BERHATI - HATILAH karena ALLAH melihat segala
sesuatu yang kamu lakukan. Sabar, ikhlas, dan bertakwalah.
………Subhanallah Walhamdulillah Walaillahaillallah
Huallahuakbar………….

 

Mungkin itu juga
yang ingin kakak katakan, dengan bilang ”Belajarlah
dari kesalahan tapi jangan takut melakukan kesalahan
”, ya tapi harus hati2 jg.

 

Ya Allah……..

Astagfirullah
Haladzim………….

Astagfirullah
Haladzim………….

Astagfirullah
Haladzim………..

 

Ya ALLAH, kenapa
hambaMu ini lupa padaMU.

Kenapa aku selalu
merasa sendiri padahal aku tak pernah sendiri??

Allah mengirimkan
aku banyak sekali anugrah dan nikmat, kenapa aku lupa untuk mensyukurinya??

Kenapa aku selalu
mencoba lari dari setiap masalah dengan lupa bahwa setiap masalah pasti ada
maksud dan hikmahnya

 

Ya ALLAH……..
Ya Rahman…….Ya Rahimm………

 

Karena iman itu
terkikis dan hamba mulai menjauh dariMU ……….. ya Rabbii…

Ampun ya
Allah………

 

Karena diri tak
sabar maka kekacauan ini ada

Dan mungkin
karena diri tak pernah ikhlas dan tulus maka kegalauan itu datang

Diri lupa bahwa
ini rencanaNYA ini takdirNYA……….

 

Dan tertakdir menjalani

Segala kehendakMu ya Rabbi

Kuberserah kuberpasrah

Hanya padaMu ya Rabbii

………………….

 

Bila mungkin ada luka coba tersenyumlah

Bila mungkin tawa coba bersabarlah

Karena airmata tak abadi, akan hilang dan berganti

Bila mungkin hidup hampa dirasa

Mungkinkah hati merindukan Dia

Karena hanya denganNYa hati tenang

Damai jiwa dan raga……..

 

(Opick&Melly G ”Takdir”)

 

Sby, 17 Juni 2008

Kosong

Gelap…..
Panas…..
Tangis…..
Sesak…..
Prasangka….

Tak pernah tahu sesunguhnya
Tak pernah menduga kenyataannya
Hanya mampu menyesali yang ada
Bergelut dengan amarah sendiri
Tanpa mengira, lain di pikir yang lain

Apa itu cinta
Apa itu persahabatan
Apa arti waktu yang telah terlewati

Semua terasa tak berarti
Canda itu bohong
Tulus itu palsu
Dan rasa itu sesungguhnya semu

Yang tersisa kini
Rasa benci yang menjadi-jadi
Tak berbendung dan tak bertuan

Kemana hilangnya kebanggaan itu
Memilikimu………. sahabatku

Kemana perginya senyumku
Ketika kau menyapaku

Semua berganti rasa ………kosong
Tak berarti

Jangan tanyakan kenapa
Karena aku tak tahu kenapa

Ku hanya bisa pahami bahwa
Semua berubah
Hidupku, hidupmu dan cerita kita

Jangan lagi memberiku kebanggaan palsu
Menjadi sahabatmu

Jangan memberiku harapan semu
Bahwa aku berarti untukmu

Jangan memaksaku mengingat
Kenangan yang tak ingin ku ingat………
Semua berlalu
Bersama kepergianmu
Dan bersama hidupmu yang baru

Jangan memaksaku berdoa untukmu
Disaat aku menangis tersedu
Adakah kau tahu
Bukan cemburu yang kini memburuku
Tapi rasa kecewa yang kau berikan
Dan waktu yang kau siakan untukku

Tuhan..
Tak tahu diriku
Mengapa aku menangis
Tak ingin aku membenci
Aku ingin semua tetap berarti
Aku hanya ingin dia mengerti
Bahwa……..
Sejak dia hadir dalam hidupku
Dia itu berarti untukku
Tak ingin sekalipun diriku kehilangan dirinya
Apapun keadaannya
Dimana jauhnya jarak kami

Kenapa semua yang membahagaikan aku
Kini menusukku…….. berdarah-darah

Tuhan……..
Kenapa aku harus sakit dan menangis
Jika dia tak pernah mengerti…..
Katakan padanya Tuhan
Aku tak mau kehilangan lagi
Cukup sudah aku terluka
Cukup sudah aku menangis

Ya Allah maafkan aku
Ya Allah tolong hambamu ini

Teman …..
Kenapa kau datang lagi
Disaat aku mulai terbiasa tanpamu
Tanpa persahabatan kita
Tanpa mendengar kabarmu

Teman….
Bila dulu kucerita
tentang dirinya yang menyakitiku
Kau tahu sekarang
Kau melebihinya
Kau menghancurkanku
Keyakinanku
Kebanggaanku
Pada persahabatan kita

Kata2 itu
”Seandainya kau disini Dev…….”
Terasa lebih menyakitkan
Ketika mengingatnya kembali
Hingga kini tak ingin kumiliki lagi

Sby,15 Mei 2008

Kekaguman

Ketika kulihat bulan bersinar dengan terangnya
Tak mampu diri menahan senyum mengembang

Ketika para bintang menyapaku dimalam gelap
Kulihat keindahan yang tak terkira
Hingga hati tak bisa berbohong ada cinta yang begitu besar
…… telah aku terima

Ketika kurasakan hembusan dingin angin malam
Rintikan hujan dan teriknya matahari siang
Maka tak bisa aku menyangkal
Adanya cinta yang begitu hebat dari Kuasa yang tak terkira

Saat kudengar gemericik suara gerimis atau kicauan burung
Nada-nada merdu mengalun menenangkan
Saat kulihat mekarnya mawar menggelora
Gunung terhampar, langit membiru,
hijaunya hamparan padang
Alangkah indah ciptaanNya

Mampu kurasakan sakitnya luka
Mampu kuteteskan tangis bahagia
Atau kuredam amarah membara
Semua ciptaNya

Kekaguman ini mungkin berbatas
Oleh diri yang memiliki kekuatan dan pikir yang terbatas
Namun diri sadar bahwa Dia tak punya batas
Segala puji BagiNya….. Allah pemilik segala keindahan

Oh…….. TUHAN
Begitu besar cintaMu padaku
Begitu sempunya nikmatMu yang Engkau beri
Dan begitu kecilnya aku dihadapMu

Ya……… ALLAH
Jika umur ini berlaju panjang
Jangan biarkan dia melewatkan waktuMu dengan tak guna
Lindungi hambaMu ini
Karena kelemahan imannya
Amin…..